zakat profesi menurut UU No.38/1999

17 04 2010

zakat profesi menurut UU No.38/1999
(Zefri Ansari)

Profesi menurut Yusuf al-Qardhawi: penghasilan atau pendapatan yang diusahakan melalui keahliannya, baik secara sendiri maupun secara bersama-sama (Fiqh Zakat, hal 487). Dikatakan sebagai al-maal al-mustafad

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

Telah disepakati dalam Muktamar International I tentang Zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H / 30 April 1984 M). Telah ditetapkan sebagai salah satu sumber zakat

dalam Bab IV Pasal 11 ayat 2 poin (f) UU No.38/1999 tentang Pengelolaan Zakat (pendapatan dan jasa) yang berbunyi :

(2) harta yang dikenai zakat adalah :

  1. emas, perak dan uang;
  2. perdagangan dan perusahaan
  3. hasil pertanian, hasil perkebunan dan hasil perikanan
  4. hasil pertambangan
  5. hasil peternakan
  6. hasil pendapatan dan jasa
  7. rikaz.

Beberapa Alasan Kewajiban Zakat Profesi

1)      Ayat-ayat Qur.an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta dikeluarkan zakatnya (QS. 9: 103 & QS. 2: 267);

2) Berbagai pendapat para ulama terdahulu maupun sekarang, meskipun dengan menggunakan istilah yang berbeda. Sebagian dengan menggunakan istilah yang bersifat umum yaitu alamwaal, sementara sebagian lagi secara khusus memberikan istilah dengan istilah al-mustafad seperti teradapat dalam fiqh zakat dan al-fiqh al-Islamy wa „Adillatuhu.

3)      Dari sudut keadilan – yang merupakan ciri utama ajaran Islam – penetapan kewajiban zakat pada setiapa harta yang dimiliki akan terasa sangat jelas, dibandingkan dengan hanya menetapkan kewajiban zakat pada komoditas-komoditas tertentu saja yang konvensional..

4)      Sejalan dengan perkembangan kehidupan ummat manusia, khususnya dalam bidang ekonomi.

Fatwa MUI Tentang Zakat Penghasilan

Pertama : Ketentuan Umum

Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan “penghasilan” adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik secara rutin seperti pejabat Negara, pegawai atau karyawan, maupun yang tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Kedua : Hukum

Semua bentuk penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam setahun, yakni senilai emas 85 gram.

Ketiga : Waktu Pengeluaran

1)      zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nishab.

2)      jika tidak mencapai nishab, maka penghasilan dikumpulkan selama satu tahun; kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

Keempat : Kadar Zakat

Kadar zakat penghasilan adalah 2,5%.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: